Sepenggal Cerita dalam Dapur Acara
Kerap
saya menghadiri dan menyasikan beberapa acara. Misalnya saja, ketika saya
digandeng untuk turut serta dalam parade keroncong di Kota Pekalongan. Mata
berbinar. Saya begitu antusias, mengalir, dan menikmatinya begitu saja. Sebab,
ini kali pertama saya mengikuti acara semacam ini. Tidak disangka dalam
berjalannya acara, pejabat publik sekelas dinas dan wali kota turut serta untuk
memeriahkan. Lantas, timbul pertanyaan dalam benak. Bagaimana cara membuat
acara yang dapat menyita perhatian banyak orang.
Di
sela-sela jeda acara, saya berjalan menuju ke belakang panggung pementasan.
Seseorang mengenakan kalung pita bertuliskan “Panitia” melambaikan tangan ke
arah saya. Lekas, saya bergegas ke sana. Tanpa berlama-lama, ia menyodorkan
segelas kopi. Sungguh, sebuah momentum yang pas untuk memulai pembicaraan.
“Mas.
Saya hendak ketemu Mas Yogi selepas acara bisa?”
Pria
berkumis tipis itu menganggukan kepala. Selang beberapa saat, suara microphone
berbunyi memberikan aba-aba. Acara akan segara dimulai kembali. Saya
beranjak menuju ke panggung utama menyisihkan kopi yang tinggal seperempat
gelas.
Lagu
demi lagu dinyanyikan. Selembar kertas berisikan urutan lagu tinggal tersisa
dua lagi. Jarum jam menunjukan pukul 22.00 WIB. Pementasan berakhir. Pengunjung
silih berganti meninggalkan Gor Jetayu, Kota Pekalongan. Kecuali, tamu undangan
seperti wali kota dan dinas diminta untuk foto bersama. Sesi foto telah usai,
lalu dilanjutkan dengan saling berjabat tangan dan menyerahkan plakat. Tamu
undangan meninggalkan ruangan.
Saya
sedang berkemas-kemas memasukan alat musik ke dalam tas. Seseorang memanggil
dengan berbisik dari samping panggung.
“Pstt,
Le. Sini!”
“Jare
meh ketemu Mas Yogi,” tambahnya.
Saya
meminta tolong kepada rekan-rekan untuk membantu mengemas alat-alat musik.
Segera, saya pergi ke ruang transit untuk menemui Mas Yogi. Ia sedang duduk dengan
menikmati sebatang rokok. Di lehernya mengenakan kalung yang sama dengan pria
berkumis tipis itu. Namun, bertuliskan “Ketua Panitia”.
“Gimana,
Le?” tanya Mas Yogi.
Tanpa
berbasa-basi saya mengungkapkan maksud dan tujuan menemuinya: Ingin bertanya
bagaimana proses membuat acara seperti ini? Mas Yogi hanya tersenyum dan
mempersilahkan saya untuk duduk di sampingnya. Tiba-tiba, ia menyodorkan
selebaran kertas berisi rangkaian kegiatan dan jam pelaksanaannya.
Rundown
Acara
|
No. |
Jam |
Kegiatan |
Keterangan |
|
1. |
16.00
– 16.15 |
Preparing
and Briefing panitia |
Panitia |
|
2. |
16.15
- 16.25 |
Pembukaan
MC Formal dan pembacaan tema PAF #3 |
MC |
|
3. |
16.25
– 16.30 |
Sambutan Ketua Panitia PAF #3 |
Yogi
Pratama, S.Pd. |
|
4. |
16.30
– 16.35 |
Sambutan Wali Kota Pekalongan |
H. Achmad Alf Arslan Djunaid, S.E. |
|
5. |
16.35
– 16.40 |
Sambutan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Pekalongan |
Direktorat Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Sutarno |
|
6. |
16.40
– 16.45 |
Pembacaan
agenda kegiatan oleh MC |
MC |
|
7. |
16.45
– 17.00 |
Kromo
(Keroncong Modern) |
Personil |
|
8. |
17.00
- 17.15 |
Keroncong
Tjanting (ITS NU Pekalongan) |
Personil |
|
9. |
17.15
– 19.10 |
Ishoma |
|
|
10. |
19.10
– 19.30 |
Musikalisasi
Puisi Teater Sogan |
Personil |
|
11. |
19.30
– 19.45 |
Dance
SMA Santo Bernadus |
Personil |
|
12. |
19.45
– 20.05 |
Krosmadu
(Keroncong SMAN 2 Kota Pekalongan) |
Personil |
|
13. |
20.05
– 20.20 |
Keroncong Wingi Sore |
Personil |
|
14. |
20.20 - 20.40 |
Fresh
Music Entertaiment |
Personil |
|
15. |
20.40 – 20.55 |
Keroncong
Langgam |
Personil |
|
16. |
20.55 – 21.15 |
Keroncong
Masuk Kampung |
Personil |
|
17. |
21.15 – 21.30 |
Penyerahan
Plakat |
Ketua
Panitia dan Wali Kota |
|
18. |
21.30—22.00 |
Closing
Ceremony |
MC |
Saya salut dengan penggagas acara tersebut. Bagus, artinya, Radit benar-benar menghadiri acara, dan mengikuti hingga usai. Alhamdulillah, Anda juga mendapatkan Rundown Acaranya, sekaligus menunjukkan susunan acara. Itu artinya, Radit belum membuat susunan dan Rundown acara dong! Coba sekarang dingat-ingat lagi acara apa lagi yang pernah anda hadiri, buat susunan acaranya, dan kemudian tuliskan pula Rundown acaranya.
BalasHapusMaaf saya ulang. Kok hilang tadi. Entah saya menyentuh apa.
BalasHapusTerima kasih, Anda benar-benar menghadiri satu acara, bahkan sampai selesai. Alhamdulillah Anda juga memperoleh Rundown Acaranya. tetapi itu berarti Radit belum membuat susunan acara dan Rundown acara. Nah, coba dingat-ingat lagi, pernah hadir di acara apa? Tulislah susunan acaranya, kemudoian buat Rundownnya. oke?